Rabu, 14 April 2010

Tugas PKN 3 Negara Indonesia

SEJARAH NEGARA INDONESIA

Nama : Zulfan Azis Rachman

NPM : 11208345

Di bawah pengaruh agama Hindu dan Buddha, beberapa kerajaan terbentuk di pulau Sumatera dan Jawa pernah mencapai kejayaannya dengan wilayah meliputi negara Malaysia dan pulau Mindanao semasa Majapahit sejak abad ke-7 hingga abad ke-14. Kedatangan pedagang-pedagang Arab dari Gujarat, India kemudian membawa agama Islam yang akhirnya menjadi agama terbesar.

Ketika orang-orang eropa datang pada awal abad ke-16, mereka telah menemui beberapa negara kecil. Negara-negara kecil ini dengan mudah dikuasai oleh mereka yang ingin menguasai perdagangan rempah-rempah. Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai kuasa yang terkuat di antara negara-negara Eropa, mengalahkan British dan Portugis (kecuali untuk tanah jajahan mereka di Timor Timur). Belanda menguasai Indonesia sebagai tanah jajahan hingga Perang Dunia II, awalnya melalui Syarikat Hindia Timur Belanda (VOC), dan kemudiannya dijajah secara langsung oleh pihak Belanda sejak awal abad ke-19.

Semasa Perang Dunia II, Belanda dijajah oleh Jerman, manakala jepang menguasai Indonesia. Setelah menawan Indonesia pada tahun 1942, pihak Jepang mendapati bahwa para pejuang Indonesia merupakan rekan perdagangan yang sudi bekerjasama dan bersedia mengerahkan pahlawan bila diperlukan. Sukarno, Mohammad Hatta, KH Mas Mansur, dan Ki Hajar Dewantara kemudiannya diberikan penghargaan oleh maharaja jepang pada tahun 1943.

Pada Maret 1945, pihak Jepang membentuk sebuah jabatan kuasa untuk kemerdekaan Indonesia. di bawah tekanan pertubuhan-pertubuhan pemuda, kelompok pimpinan Sukarno mengisytiharkan kemerdekaan Indonesia selepas perang Pasifik berakhir pada tahun 1945 Sukarno menjadi presiden pertama Indonesia dengan Mohammad Hatta sebagai nasib presiden. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda menurunkan angkatan tentera mereka. Usaha-usaha berdarah untuk membendung pergerakan kemerdekaan ini kemudian dikenali sebagai ‘tindakan polis‘ (Actie Politioneel). Di bawah tekanan perlawanan rakyat dan tentera Indonesia, Belanda akhirnya menarik tenteranya pada 27 Disember 1949.

Pada tahun 1950-an dan 1960-an, Presiden Sukarno mengikuti gerakan berkecuali pada awalnya dan kemudian dengan blok sosialis, misalnya Republik Rakyat China dan Yugoslavia. Pada masa itu kekuatan ketenteraan Indonesia menjadi terbesar di Asia setelah Republik Rakyat China. Tahun 1960-an menyaksikan konfrontasi tentera terhadap Malaysia, negara jirannya yang dianggap sebagai negara bentukan Britain.

Jenderal Suharto menjadi presiden pada tahun 1967 dengan alasan untuk mengamankan negara daripada ancaman komunisme terhadap Sukarno yang kini semakin lemah. Setelah Suharto berkuasa, beratus-ratus ribu warganegara Indonesia yang diyakini memihak kepada komunis telah dibunuh. Tempo pemerintahan Suharto selama 32 tahun dinamakan Order Baru, dibandingkan dengan masa pemerintahan Sukarno yang disebut Order Lama.

Suharto berjaya mendapatkan pelaburan luar negeri yang besar untuk Indonesia, dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang pesat, meskipun tidak merata, di Indonesia. Pada awal regim Order Baru, strategi ekonomi negara telah dibuat oleh sekelompok ahli ekonomi lulusan Fakulti Ekonomi Universiti California di Berkeley yang digelarkan “Kelompok Berkeley”. Namun, Suharto menambah kekayaan diri serta keluarganya melalui amalan rasuah yang meluas dan beliau akhirnya dipaksa melepaskan jabatannya setelah tercetusnya tunjuk perasaan secara besar-besaran dan keadaan ekonomi negara yang semakin memburuk pada tahun 1998.

Dari 1998 hingga 2001, Indonesia mempunyai tiga presiden: Baharuddin Jusuf Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. Pada tahun 2004 , Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden Indonesia yang terkini.

Geografi

Indonesia ialah sebuah negara yang mengandungi banyak pulau gunung berapi. Pulau Sangeang Api merupakan satu contoh.

Negara Indonesia terletak di antara:

  • 6º U – 11º S dan 95º T – 141º T;
  • Lautan Pasifik dengan Lautan Hindi
  • benua Asia dengan benua Australia, serta

pada pertemuan dua banjaran, iaitu Banjaran Pasifik dan Banjaran Mediterranean.

Indonesia mempunyai 18,018 buah pulau yang tersebar di sekitar khatulistiwa dan oleh itu, beriklim tropika. Hanya sekitar 7,000 buah pulau berpenghuni. Lima pulau yang terbesar ialah Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, dengan Pulau Jawa mempunyai setengah daripada jumlah penduduk Indonesia dan merupakan pulau yang terpadat.

Indonesia juga terletak di gunung tektonik. Ini bermakna bahawa Indonesia sering mengalami gempa bumi dan tsunami. Kedudukan ini juga menyebabkan Indonesia memiliki sekurang-kurang 66 buah gunung berapi, termasuk Gunung Krakatau, sebuah gunung berapi yang paling terkenal di antara Sumatera dan Jawa, tetapi kini sudah hapus.

Flora dan fauna amat berbeda antara Kalimantan, Bali, serta pulau-pulau barat di satu bagian, dan Sulawesi, Lombok, serta pulau-pulau yang lebih timur di bagian yang lain. jembatan ekologi ini digelarkan Garis Wallace,. Garis ini sering digunakan sebagai jembatan antara Asia dan Australasia dan oleh itu, menyebabkan Indonesia merupakan sebuah negara dwibenua.

Politik

Garuda Pancasila adalah falsafah dasar negara Indonesia yang berasal daripada dua kata Sanskrit, “panca” yang bererti ‘lima’, dan “sila” yang bererti ‘dasar’. Pancasila terdiri atas kelima-lima dasar yang amat berkait dan yang tidak dapat dipisahkan:

  • Kepercayaan kepada Tuhan
  • Kemanusiaan yang adil dan beradab
  • Perpaduan Indonesia
  • Demokrasi yang dibimbing oleh kebijaksanaan yang berasal daripada pertimbangan perwakilan
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Indonesia mengamalkan sistem demokrasi yang diketuai oleh seorang presiden, dan Pancasila ini merupakan jiwa demokrasi. Demokrasi yang didasarkan atas lima dasar tersebut dinamakan Demokrasi Pancasila.

Sistem Pemerintahan

Sistem berarti suatu keseluruhan yang terdiri atas beberapa bagian yang mempunyai hubungan fungsional.

Pemerintahan dalam arti luas adalah pemerintah/ lembaga-lembaga Negara yang menjalankan segala tugas pemerintah baik sebagai lembaga eksekutif, legislative maupun yudikatif.

# Pengelompokkan system pemerintahan:

  1. system pemerintahan Presidensial

merupakan system pemerintahan di mana kepala pemerintahan dipegang oleh presiden dan pemerintah tidak bertanggung jawab kepada parlemen (legislative). Menteri bertanggung jawab kepada presiden karena presiden berkedudukan sebagai kepala Negara sekaligus kepala pemerintahan.

Contoh Negara: AS, Pakistan, Argentina, Filiphina, Indonesia.

Ciri-ciri system pemerintahan Presidensial:

1. Pemerintahan Presidensial didasarkan pada prinsip pemisahan kekuasaan.

2. Eksekutif tidak mempunyai kekuasaan untuk menyatu dengan Legislatif.

3. Kabinet bertanggung jawab kepada presiden.

4. eksekutif dipilih melalui pemilu.

  1. system pemerintahan Parlementer

merupakan suatu system pemerintahan di mana pemerintah (eksekutif) bertanggung jawab kepada parlemen. Dalam system pemerintahan ini, parlemen mempunyai kekuasaan yang besar dan mempunyai kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap eksekutif. Menteri dan perdana menteri bertanggung jawab kepada parlemen.

Contoh Negara: Kerajaan Inggris, Belanda, India, Australia, Malaysia.

Ciri-ciri dan syarat system pemerintahan Parlementer:

1. Pemerintahan Parlementer didasarkan pada prinsip pembagian kekuasaan.

2. Adanya tanggung jawab yang saling menguntungkan antara legislatif dengan eksekutif, dan antara presiden dan kabinet.

3. Eksekutif dipilih oleh kepala pemerintahan dengan persetujuan legislatif.

  1. system pemerintahan Campuran

dalam system pemerintahan ini diambil hal-hal yang terbaik dari system pemerintahan Presidensial dan system pemerintahan Parlemen. Selain memiliki presiden sebagai kepala Negara, juga memiliki perdana menteri sebagai kepala pemerintahan.

Contoh Negara: Perancis.

# Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Negara Indonesia

  1. Tahun 1945 – 1949

Terjadi penyimpangan dari ketentuan UUD ’45 antara lain:

    1. Berubah fungsi komite nasional Indonesia pusat dari pembantu presiden menjadi badan yang diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan GBHN yang merupakan wewenang MPR.
    2. Terjadinya perubahan sistem kabinet presidensial menjadi kabinet parlementer berdasarkan usul BP – KNIP.
  1. Tahun 1949 – 1950

Didasarkan pada konstitusi RIS. Pemerintahan yang diterapkan saat itu adalah system parlementer cabinet semu (Quasy Parlementary). Sistem Pemerintahan yang dianut pada masa konstitusi RIS bukan cabinet parlementer murni karena dalam system parlementer murni, parlemen mempunyai kedudukan yang sangat menentukan terhadap kekuasaan pemerintah.

  1. Tahun 1950 – 1959

Landasannya adalah UUD ’50 pengganti konstitusi RIS ’49. Sistem Pemerintahan yang dianut adalah parlementer cabinet dengan demokrasi liberal yang masih bersifat semu. Ciri-ciri:

    1. presiden dan wakil presiden tidak dapat diganggu gugat.
    2. Menteri bertanggung jawab atas kebijakan pemerintahan.
    3. Presiden berhak membubarkan DPR.
    4. Perdana Menteri diangkat oleh Presiden.
  1. Tahun 1959 – 1966 (Demokrasi Terpimpin)

Presiden mempunyai kekuasaan mutlak dan dijadikannya alat untuk melenyapkan kekuasaan-kekuasaan yang menghalanginya sehingga nasib parpol ditentukan oleh presiden (10 parpol yang diakui). Tidak ada kebebasan mengeluarkan pendapat.

  1. Tahun 1966 – 1998

Orde baru pimpinan Soeharto lahir dengan tekad untuk melakukan koreksi terpimpin pada era orde lama. Namun lama kelamaan banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan. Soeharto mundur pada 21 Mei ’98.

  1. Tahun 1998 – Sekarang (Reformasi)

Pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi telah banyak memberikan ruang gerak pada parpol maupun DPR untuk mengawasi pemerintah secara kritis dan dibenarkan untuk unjuk rasa.

# Sistem Pemerintahan menurut UUD ’45 sebelum diamandemen:

Ø Kekuasaan tertinggi diberikan rakyat kepada MPR.

Ø DPR sebagai pembuat UU.

Ø Presiden sebagai penyelenggara pemerintahan.

Ø DPA sebagai pemberi saran kepada pemerintahan.

Ø MA sebagai lembaga pengadilan dan penguji aturan.

Ø BPK pengaudit keuangan.

# Sistem Pemerintahan setelah amandemen (1999 – 2002)

Ø MPR bukan lembaga tertinggi lagi.

Ø Komposisi MPR terdiri atas seluruh anggota DPR ditambah DPD yang dipilih oleh rakyat.

Ø Presiden dan wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat.

Ø Presiden tidak dapat membubarkan DPR.

Ø Kekuasaan Legislatif lebih dominan.

# Perbandingan SisPem Indonesia dengan SisPem Negara Lain

Berdasarkan penjelasan UUD ’45, Indonesia menganut sistem Presidensia. Tapi dalam praktiknya banyak elemen-elemen Sistem Pemerintahan Parlementer. Jadi dapat dikatakan Sistem Pemerintahan Indonesia adalah perpaduan antara Presidensial dan Parlementer.

# kelebihan Sistem Pemerintahan Indonesia

Ø Presiden dan menteri selama masa jabatannya tidak dapat dijatuhkan DPR.

Ø Pemerintah punya waktu untuk menjalankan programnya dengan tidak dibayangi krisis kabinet.

Ø Presiden tidak dapat memberlakukan dan atau membubarkan DPR.

# Kelemahan Sistem Pemerintahan Indonesia

Ø Ada kecenderungan terlalu kuatnya otoritas dan konsentrasi kekuasaan di tangan Presiden.

Ø Sering terjadinya pergantian para pejabat karena adanya hak perogatif presiden.

Ø Pengawasan rakyat terhadap pemerintah kurang berpengaruh.

Ø Pengaruh rakyat terhadap kebijaksanaan politik kurang mendapat perhatian.

Sumber : google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar